Medan – Dalam upaya mencetak lulusan magister yang tidak hanya cakap secara teoretis namun juga terampil menguasai metodologi riset modern, Laboratorium Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan “Pelatihan Peningkatan Mutu Riset Kualitatif Mahasiswa melalui Integrasi NVivo dalam Penulisan Tugas Akhir”.
Bertempat di Aula FDK, kegiatan ini sukses diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber ahli, Ibu Helsa Nasution, M.Pd., dosen dari Universitas Al Washliyah Medan. Acara ini turut dihadiri sekaligus dibuka secara resmi oleh Ibu Dr. Kamalia, M.Hum., mewakili jajaran pimpinan di lingkungan FDK.
Bagi mahasiswa tingkat magister, khususnya di Program Studi S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), penguasaan riset kualitatif menjadi fondasi utama. Kegiatan ini merupakan respons strategis fakultas dalam mengembangkan kompetensi analitis dan literasi digital mahasiswa, guna menjawab tantangan penyusunan tesis yang sering kali terkendala pada tahap pengolahan data yang masif.
Kepala Laboratorium FDK, Ibu Annisa Arrumaisyah Daulay, M.Pd., Kons., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan teknis, melainkan upaya fundamental untuk menjaga integritas dan kedalaman riset mahasiswa pascasarjana.
“Tujuan utama kami adalah membekali mahasiswa dengan alat analisis yang valid dan reliabel, sehingga karya akhir atau tesis mereka memiliki bobot ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Ini menjadi momentum bagi mereka untuk menghasilkan riset yang kaya makna, sistematis, dan tentunya selesai tepat waktu,” ujar beliau.
Dalam sesi inti pemaparan materi, Ibu Helsa Nasution, M.Pd., secara interaktif membedah teknis analisis data kualitatif berbantuan software NVivo. Para peserta diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah pengolahan data, mulai dari tahap coding hingga visualisasi data. Kehadiran narasumber yang komunikatif berhasil mengubah persepsi bahwa analisis data kualitatif itu rumit, menjadi sebuah proses penemuan ilmiah yang menantang dan terstruktur.
Lebih lanjut, Ibu Helsa memberikan penekanan penting bahwa kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kematangan berpikir kritis.
“Hal utama yang harus dimiliki mahasiswa adalah kemampuan menguasai apa yang sedang dikerjakan dan harus berpikir jauh tentang konsep penelitian yang akan dilakukan. Aplikasi hanyalah alat bantu, pemahaman konsep dan pola pikir peneliti tetaplah kuncinya,” tegas Ibu Helsa di hadapan para mahasiswa.
Ke depannya, Laboratorium FDK dan Prodi S2 KPI UINSU menaruh harapan besar agar kegiatan pelatihan berbasis teknologi riset semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Keterampilan menggunakan NVivo diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam penyusunan tesis mahasiswa. Melalui inovasi dan peningkatan keterampilan metodologis ini, Prodi S2 KPI UINSU berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan magister yang mampu menyajikan riset komunikasi dan dakwah yang berkualitas, objektif, serta memberikan sumbangsih nyata bagi pengembangan keilmuan Islam dan masyarakat luas. *WRP
