Medan, 29 Januari 2026 – Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan bergerak cepat dalam merealisasikan kerja sama internasional. Pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) di tingkat fakultas, Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) langsung menyepakati Implementation Arrangement (IA) atau Rencana Tindak Lanjut dengan Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA).
Penandatanganan dokumen IA yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Biro Rektor Kampus 2 UINSU ini menjadi landasan operasional bagi Program Studi di lingkungan FDK, termasuk Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2 KPI), untuk segera menggelar kegiatan kolaboratif berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Hadir langsung dalam penandatanganan tersebut Dekan FDK UINSU, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag., didampingi jajaran pimpinan fakultas. Dari pihak universitas, kegiatan disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Katimin, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag. menegaskan bahwa penandatanganan IA ini krusial agar kerja sama tidak berhenti di atas kertas. “Kerja sama UINSU dan PEKA tidak boleh hanya sebatas dokumen semata. Adanya Implementation Arrangement ini adalah wujud konsep impact campus, di mana akademisi kita harus hadir memberi manfaat langsung. Bagi FDK dan prodi-prodinya, ini adalah pintu masuk untuk riset kolaboratif dan pengabdian masyarakat lintas negara, khususnya dalam isu kemanusiaan dan penanganan trauma,” tegas Prof. Muzakkir.
Dokumen IA ini mencakup detail teknis pelaksanaan program, termasuk pertukaran kepakaran dosen, riset bersama mengenai komunikasi bencana dan konseling Islam, serta pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.
Presiden PEKA Malaysia, Datin Dr. Siti Taniza Toha, menyambut baik langkah konkret FDK UINSU. Ia menilai kolaborasi dengan akademisi UINSU sangat strategis mengingat kekuatan Indonesia dalam pengembangan keilmuan berbasis nilai Islam.
“Kami membawa tim lengkap, mulai dari akademisi hingga sukarelawan lapangan. Melalui IA ini, kami siap berbagi praktik baik (best practice) penanganan krisis, sekaligus belajar dari kedalaman teori yang dimiliki para pakar di FDK UINSU,” ujar Datin Siti.
Bagi Program Magister KPI, kerja sama ini membuka peluang besar untuk pengembangan tesis mahasiswa dan jurnal dosen yang berfokus pada komunikasi terapeutik, komunikasi kebencanaan, dan dakwah kemanusiaan di level internasional. Kegiatan ditutup dengan diskusi teknis mengenai jadwal pelaksanaan program perdana, yakni workshop penanganan trauma pascabencana. *WRP


